<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834</id><updated>2011-11-12T14:24:33.367-08:00</updated><title type='text'>Belajar  Islam</title><subtitle type='html'>Kliping Internet (0016)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-7260335372458609302</id><published>2011-11-12T14:14:00.001-08:00</published><updated>2011-11-12T14:24:33.386-08:00</updated><title type='text'>Pusat Kajian Hadis</title><content type='html'>&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/dxU7htb6d6Y" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-7260335372458609302?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/7260335372458609302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2011/11/pusat-kajian-hadits.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7260335372458609302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7260335372458609302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2011/11/pusat-kajian-hadits.html' title='Pusat Kajian Hadis'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/dxU7htb6d6Y/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-2150891529474613287</id><published>2010-08-23T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T00:02:20.395-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Puasa Ramadhan Pada Khususnya dan  Hikmah Puasa Pada Umumnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScMvrQwK4HI/AAAAAAAAADA/y0dGLzFSM6w/s1600-h/aa-ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScMvrQwK4HI/AAAAAAAAADA/y0dGLzFSM6w/s320/aa-ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315144405505204338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadlan secara khusus dan puasa secara umum rnerniliki beberapa keutamaan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang berpuasa satu hari saja di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a. (dilaporkan bahwa) ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah akan dijauhkan Allah dirinya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun. [HR Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pahala puasa langsung diberikan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.(dilaporkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah Ta' ala berfirman: Setiap amal anak Adam (manusia) adalah untuk dirinya, dan ganjaran kebaikan itu dilipatkan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, dia adalah untuk-Ku dan Aku yang membalasnya (dengan tanpa bat as an). Orang yang berpuasa itu meninggalkan makanan dan menahan syahwatnya demi Aku, dan meninggalkan minuman dan menahan syahwatnya demi Aku. Maka puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku membalasnya. [HR ad - Darimi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pahala puasa dilipatgandakan dibandingkan dengan berinfak di jalanAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Sahl Ibn Mu' adz, dari ayahnya (Mu' adz) (dilaporkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya salat, puasa dan zikir dilipatgandakan pahalanya atas pahala berinfak di jalan Allah sebanyak tujuh ratus kali lipat. [HR Abu Dawud].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Puasa merupakan perisai untuk membentengi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. (dilaporkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: Puasa itu adalah perisai. [HR Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengerjakan puasa memperoleh dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka, dan kegel1lbiraan ketika menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah (dilaporkarz) dari Nabi saw (bahwa) beliau bersabda: Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan ketika menghadap Tuhannya Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung. [HR Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang berpuasa Ramadlan dengan penuh iman dan introspeksi diri akan diampuni dosa-dosanya yang telahlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. (dilaporkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan dengan dengan penuh iman dan introspeksi diri akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [HR al-Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ramadlan adalah bulan rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Ibn Abi Anas (dilaporkan) bahwa ayahnya telah menyampaikan kepadanya bahwa ia mendengar Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: Apabila telah masuk bulan Ramadlan, dibukalah pintu-pintu langit dan ditutup pintu­pintu neraka, dan syaitan-syaitanpundibelenggu. [HRan-Nasa'i].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Puasa Ramadlan menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dariAb Sa'id al-Khudri (dilaporkan bahwa) ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadlan dan mengetahui batasnya-batasnya serta menahan diri dari apa yang seharusnya dia menahan diri, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya yang terdahulu. [HR Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. (dilaporkan) bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: Salat lima waktu, salat Jumat dan puasa Ramad)an menghapus dosa yang dilakukan antara yang satu . dengan yang berikutnya selama tidak dilakukan dosa-dosa besar. [HR Muslim, dan ini adalah lafalnya, Ibn Majah dan Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah bahwa dosa yang dikerjakan dari shalat yang satu sampai shalat berikutnya, dari J urn' at yang satu sampai dengan Jum' at berikutnya dan dari Ramadlan yang satu sampai dengan Ramadlan berikutnya akan diampuni selama tidak melakukan dosa besar. Hal itu sebagai keutamaan dari ketiga ibadah bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang yang berpuasa mendapat keistimewaan di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Sahl r.a., dari Nabi saw beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang diberi nama ar­Rayyan, yang dilalui orang-orang yang berpuasa masuk ke surga di hari kiamat. Pintu itu tidak dilalui oleh siapapun selain mereka. Ketika itu dipanggil, manakah orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka berdiri, tidak masuk dari pintu itu seorang pun selain mereka. Apabila mereka telah masuk, pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun masuk dari pintu itu. [HR al-Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Puasa membentuk manusia yang bertakwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa. [AI-Baqarah, (2):183].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Puasa membentuk kekuatan pengendalian diri dengan menanamkan sifat -sifat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Puasa dapat menghilangkan sifat dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang merasa senang hilangnya sifat dengki yang banyak dalam hatinya, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan kesabaran (Ramadlan) dan tiga hari pada setiap bulan lainnya. [HR Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Puasa merupakan perisai yang melindungi setiap mukmin dari segala perbuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari 'Utsman Ibn Abi aI-lAsh ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Puasa itu adalah perisai yang dimiliki oleh salah seorang di antara kamu di dalam peperangan. [HRAhmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Puasa mengendalikan orang dari sikap suka berdusta dan mendoronguntuk berkata jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah bersabda: Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak memandang perlu orang itu meninggalkan makan dan minumnya. [HR al­Bukhari] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah bahwa seseorang yang melakukan puasa, tetapi masih saja suka berdusta, maka puasa (meninggalkan makanan dan minuman) yang dilakukannya tidaklah ada arti apa-apa di sisi Allah. Dengan kata lain orang yang berpuasa seharusnya tidak hanya meninggalkan makan dan minum saja, tetapi juga meninggalkan perbuatan dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. (dilaporkan bahwa) ia berkata: Apabila pada suatu hari seseorang bangun pagi dalam keadaan berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan perkataan yang kotor dan jangan pula berbuat bodoh. Jika seseorang mencacimakinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan: Saya sedang berpuasa. [HR. Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Puasa mengendalikan dorongan seksual yang dapat menjerumuskan orang ke dalam perbuatan tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari 'Alqamah ia berkata: Ketika saya berjalan bersama dengan 'Abdullah r.a., ia (Abdullah ibn Mas'ud) berkata: Kami pernah bersama Nabi saw, lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang sudah mampu nikah, hendaklah ia menikah, karena hal itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga perilaku seks, dan barang siapa yang belum mampu untuk menikah, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan menjadi perisai baginya. [HRal-Bukhari]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=514&lt;br /&gt;06 September 2007, diunduh 20 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://zoel2008.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan5nu81.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-2150891529474613287?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/2150891529474613287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2010/08/keutamaan-puasa-ramadlan-pada-khususnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/2150891529474613287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/2150891529474613287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2010/08/keutamaan-puasa-ramadlan-pada-khususnya.html' title='Keutamaan Puasa Ramadhan Pada Khususnya dan  Hikmah Puasa Pada Umumnya'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScMvrQwK4HI/AAAAAAAAADA/y0dGLzFSM6w/s72-c/aa-ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-7630849851094928305</id><published>2009-11-14T07:25:00.001-08:00</published><updated>2009-11-14T07:26:27.364-08:00</updated><title type='text'>Muslim AS Ramai-Ramai Belajar Islam ke Saudi</title><content type='html'>Rombongan Muslim asal Amerika yang berjumlah 75 orang, beberapa diantaranya mualaf, ramai-ramai berkunjung Saudi untuk melaksanakan umrah sambil belajar agama Islam langsung dari para pemuka Muslim di Saudi. Perjalanan umrah sekaligus studi Islam itu diselenggarakan oleh lembaga Al-Qur’an wa As-Sunnah Society yang berbasis di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama senior Saudi diantaranya Mufti Besar Saudi Abdil Aziz Aal Syaihk ikut memberikan ceramahnya. Pada kesempatan itu, Aal Syaikh memberikan penjelasan tentang terorisme dan bom bunuh diri dalam pandangan Islam dan menghimbau rombongan dari AS itu untuk menghormati non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam adalah agama yang damai dan penuh kasih sayang. Islam mengecam segala bentuk terorisme dan pelaku teror adalah orang tidak paham agama Islam dan selayaknya takut pada azab Allah," kata Mufti Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program umrah dan studi Islam yang berlangsung selama tiga minggu itu, rombongan yang berasal dari berbagai latar belakang, terdiri dari para mualaf, imam masjid, khatib, bahkan para profesional di bidang teknologi informatika, dokter dan pengusaha yang membawa serta keluarganya, mendapatkan pelajaran tentang tauhid, ilmu hadis, fiqih dan spiritualitas. Bagi para muslimahnya, diberikan ceramah khusus tentang perempuan dalam Islam serta studi ilmu tajwid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami datang ke sini untuk menimba ilmu dan memperkuat keimanan kami," kata Zahid Rashid, lulusan Universitas Umm Al-Qura yang sekarang menjadi presiden Al-Qur’an wa As-Sunnah Society di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program studi Islam yang diselenggarakan lembaga pimpinan Rashid ini bisa dibilang langka di negara-negara non-Muslim seperti di AS. Dalam program belajar Islam langsung ke Saudi, para peserta mendapatkan kesempatan istimewa untuk duduk bersama dengan Imam Masjid Nabawi, Syaikh Ali Abdul Rahman Al Hudhaify yang memberikan pelajaran ilmu membaca al-Quran dengan benar selepas salat Isya sampai jam 02.00 dinihari. Dengan sabar, Syaikh Al-Hudhaify mendengarkan bacaan Qur'an seluruh peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti program studi ini, para peserta diharapkan bukan hanya makin tebal keimanannya terhadap Islam, tapi juga paham bagaimana harus bersikap terhadap Muslim dan non-Muslim, paham akan bahaya terorisme dan yang terpenting mereka makin bersemangat untuk terus memperdalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang anggota rombongan adalah Imani, muslimah berusia 37 tahun. Imani beragama Kristen sebelum masuk Islam pada usia 19 tahun. Ia mengungkapkan, Islam telah mengeluarkannya dari kehidupannya yang hitam dan sekarang ia aktif berdakwah di masjid-masjid dan merawat 13 orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu hal terbaik dalam hidup saya adalah datang ke tanah suci untuk belajar Islam," kata Imani mengungkapkan kebahagiaannya bisa berkunjung ke Makkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi pengalaman Hamza Jayinz Mckind asal Columbus, Ohio. Ia adalah putera seorang pendeta Kristen dan ia sendiri calon pendeta. Jalan hidupnya berubah total ketika ia berkesempatan bekerja di sebuah sekolah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya menemukan banyak hal dalam Islam yang pernah saya pelajari sebelumnya di Alkitab, tapi di AlQuran lebih detil. Saya menemukan kebenaran dalam al-Quran dan memutuskan untuk masuk Islam. Dua bulan kemudian, ibu saya ikut masuk Islam," tutur Mckind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Saudi untuk belajar Islam merupakan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh rombongan. "Kami semua merasakan kedekatan pada Allah. Di sini kami bukan cuma umrah, tapi juga menuntut ilmu langsung dari keturunan Nabi," kata seorang peserta yang tidak mau disebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketiba tiba saatnya rombongan meninggalkan tanah suci, adalah saat yang paling mengharukan. Hampir semua rombongan Muslim asal AS itu menitikkan airmata. Pihak Al-Qur’an wa Sunnah Society mengucapkan terima kasih pada kementerian agama Saudi, gubernur Makkah dan Madinah dan para ulama yang telah membantu menyumbangkan tenaga dan pemikirannya dalam program studi yang berlangsung sejak tanggl 16 Juli sampai 3 Agustus 2009. (ln/SaudiGazette)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/muslim-as-ramai-ramai-belajar-islam-ke-saudi.htm&lt;br /&gt;3 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-7630849851094928305?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/7630849851094928305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/11/muslim-as-ramai-ramai-belajar-islam-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7630849851094928305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7630849851094928305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/11/muslim-as-ramai-ramai-belajar-islam-ke.html' title='Muslim AS Ramai-Ramai Belajar Islam ke Saudi'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-7953735790834686851</id><published>2009-05-17T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T03:31:09.590-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,28,0" width="320" height="280"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;param name="movie" value="http://id.harunyahya.tv/player/flv_player.swf?movieName=3696&amp;sId=29719" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;param name="quality" value="high" /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;embed src="http://id.harunyahya.tv/player/flv_player.swf?movieName=3696&amp;sId=29719" quality="high" pluginspage="http://www.adobe.com/shockwave/download/download.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" type="application/x-shockwave-flash" width="320" height="280"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-7953735790834686851?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/7953735790834686851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/05/keajaiban-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7953735790834686851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/7953735790834686851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/05/keajaiban-al-quran.html' title='Keajaiban Al Qur&apos;an'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-5315439542046016952</id><published>2009-04-11T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T08:32:40.881-07:00</updated><title type='text'>KA'BAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SeC1bLl9_gI/AAAAAAAAAGY/m2_x0-mr7hg/s1600-h/islamcan008"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SeC1bLl9_gI/AAAAAAAAAGY/m2_x0-mr7hg/s400/islamcan008" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323454238125063682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SeC11EjjxII/AAAAAAAAAGg/e25IiwUYR9o/s1600-h/kabah_interior.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 316px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SeC11EjjxII/AAAAAAAAAGg/e25IiwUYR9o/s400/kabah_interior.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323454682912507010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka'bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi struktur bangunan ka'bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah perkembangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka'bah yang juga dinamakan Baitul Atiq atau rumah tua adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalam Al-Qur'an) . Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad mebebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bangunan Ka'bah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka'bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka'bah akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka'bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka'bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka'bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka'bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka'bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka'bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam (Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka'bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penentuan Arah Kiblat / Ka'bah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan dengan merujuk pada kordinat Bujur / Lintang dari lokasi Ka'bah di Mekkah terhadap masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan perangkat GPS. Untuk kebutuhan tersebut dapat digunakan hasil pengukuran kordinat Ka'bah berikut sebagai referensi penentuan arah kiblat. &lt;br /&gt;Lokasi Ka'bah,&lt;br /&gt;21°25‘21.2“ Lintang Utara&lt;br /&gt;039°49‘34.1“ Bujur Timur&lt;br /&gt;Elevasi 304 meter (ASL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan penyesuaian arah kiblat. Pada saat-saat tertentu dua kali satu tahun, Matahari tepat berada di atas Mekkah (Ka'bah). Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat ke Matahari, dan menarik garis lurus dari Matahari memotong ufuk/horizon tegak lurus, pengamat akan mendapatkan posisi tepat arah kiblat tanpa harus melakukan perhitungan sama sekali, asal pengamat tahu kapan tepatnya Matahari berada di atas Mekkah. Tiap tahun, Matahari berada pada posisi tepat di atas Mekkah pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi berputar pada sumbu rotasinya dengan periode 24 jam. Bagi pengamat yang berada di Bumi, efek yang diamati dari gerak rotasi adalah benda-benda langit terlihat seolah-olah berputar mengelilingi Bumi dengan arah gerak berlawanan dengan arah rotasi Bumi. Bintang-bintang terlihat bergerak dari timur ke barat. Ini mirip dengan gerak pohon-pohon yang diamati saat mengendarai mobil, seolah-olah pohon-pohon itu bergerak berlawanan arah dengan gerak mobil. Efek rotasi ini menyebabkan pengamat mengamati benda-benda langit (termasuk Matahari) terbit di timur dan terbenam di barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Bumi mengedari Matahari dengan periode 1 tahun. Akibatnya, relatif terhadap bintang-bintang pada bola langit, Matahari sendiri terlihat berubah posisinya dari hari ke hari, dan setelah satu tahun, kembali ke posisi semula. Matahari bergerak kurang lebih ke arah timur. Namun karena bidang edar Bumi (ekliptika) tidak sebidang dengan bidang rotasi Bumi (Ekuator langit), maka gerak Matahari tadi pun tidak tepat ke arah timur, tetapi membentuk sudut 23,5º, sesuai dengan besar sudut antara ekliptika dan ekuator langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bumi, pengamat melihat seolah-olah Matahari mengitari Bumi. Pengamat melihat Matahari mengitari Bumi pada bidang ekliptika. Karena Bidang ekliptika membentuk sudut terhadap bidang ekuator Bumi, dalam interval satu tahun itu, Matahari pada satu saat berada di utara ekuator, dan disaat yang lain berada di selatan ekuator. Matahari bisa sampai sejauh 23,5º dari ekuator ke arah utara pada sekitar tanggal 22 Juni. Enam bulan kemudian, sekitar tanggal 22 Desember, Matahari berada 23,5º dari ekuator ke arah selatan. Antara 22 Juni dan 22 Desember, Matahari bergerak ke arah selatan ekuator, bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Sedangkan antara tanggal 22 Desember dan 22 Juni, Matahari bergerak ke arah utara ekuator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gerak tahunannya tersebut dikombinasikan dengan gerak terbit terbenam Matahari akibat rotasi Bumi, maka Matahari menyapu daerah-daerah yang memiliki lintang antara 23,5º LU dan 23,5º LS. Pada daerah-daerah di permukaan Bumi yang memiliki lintang dalam rentang tersebut, Matahari dua kali setahun akan berada kurang lebih tepat di atas kepala. Karena Mekkah memiliki lintang 21º 26' LU, yang berarti berada dalam daerah yang disebutkan di atas, maka dua kali dalam setahun, Matahari akan tepat berada di atas kota Mekkah. Kapan hal ini terjadi, bisa dilihat dalam almanak, misalnya Astronomical Almanac.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan arah kiblat dengan cara melihat langsung posisi Matahari seperti yang disebutkan di atas (pada tanggal-tanggal tertentu yang disebutkan di atas), tidaklah bisa dilakukan di semua tempat. Sebabnya karena bentuk Bumi yang bundar. Tempat-tempat yang bisa menggunakan cara di atas untuk penentuan arah kiblat adalah tempat-tempat yang terpisah dengan Mekkah kurang dari 90º. Pada tempat-tempat yang terpisah dari Mekkah lebih dari 90º, saat Matahari tepat berada di Mekkah, Matahari (dilihat dari tempat tersebut) telah berada di bawah horizon. Misalnya untuk posisi pengamat di Bandung, saat Matahari tepat di atas Mekkah (tengah hari), dilihat dari Bandung, posisi Matahari sudah cukup rendah, kira-kira 18º di atas horizon. Sedangkan bagi daerah-daerah di Indonesia Timur, saat itu Matahari telah terbenam, sehingga praktis momen itu tidak bisa digunakan di sana. Bagi tempat-tempat yang saat Matahari tepat berada di atas Ka'bah, Matahari telah berada di bawah ufuk/horizon, bisa menunggu 6 bulan kemudian. Pada tiap tanggal 28 November 21:09 UT (29 November 04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB), Matahari tepat berada di bawah Ka'bah. Artinya, pada saat tersebut, jika pengamat tepat menghadap ke arah Matahari, pengamat tepat membelakangi arah kiblat. Jika pengamat memancangkan tongkat tegak lurus, maka arah jatuh bayangan tepat ke arah kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Ka'bah&lt;br /&gt;11 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://www.islamcan.com/wallpapers/bg8.jpg&lt;br /&gt;http://edyprayitno.files.wordpress.com/2008/08/kabah_interior.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-5315439542046016952?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/5315439542046016952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/04/ka-bah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5315439542046016952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5315439542046016952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/04/ka-bah.html' title='KA&apos;BAH'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/SeC1bLl9_gI/AAAAAAAAAGY/m2_x0-mr7hg/s72-c/islamcan008' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-24174917269732677</id><published>2009-03-19T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T21:10:48.652-07:00</updated><title type='text'>SEMBILAN PELAJARAN IBADAH HAJI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bdg.centrin.net.id/~rsaleh/pics/makahmuka.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://bdg.centrin.net.id/~rsaleh/pics/makahmuka.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-Nya sudah barang tentu mengandung hikmah besar di dalamnya, tanpa terkecuali ibadah haji. Ibadah yang kerap disebut sebagai napak tilas spiritual Nabi Ibrahim ini mengajarkan banyak hal kepada kita. Setidaknya ada 9 mutiara hikmah yang dapat digali dari ibadah haji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Imam Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dikatakan bahwa penduduk Yaman ketika itu hendak menunaikan ibadah haji. Sementara itu mereka sama sekali tidak membawa perbekalan. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Kami orang-orang yang bertawakkal.” Sikap orang Yaman itu mendapat teguran dari Allah. Sehingga turunlah firman Allah, “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…,” (2:197). Lantas para ahli tafsir mengatakan, maksud bekal di sini adalah perbekalan maaliyyah (finansial) sehingga para jamaah tidak melakukan perbuatan hina dengan minta-minta dan mengemis selama perjalanan ibadah haji. Jadi jelas sekali di sini Allah secara implisit mengaitkan tindakan untuk tidak minta-mintadan mengemis denganketakwaan. Artinya, salah satu wujud ketakwaan itu adalah memelihara diri dari perbuatan minta-minta dan mengemis. Tampaknya, Allah ingin agardalam ibadah itu tidak dikotori perbuatan hina.Karena itu, kita sangat prihatin maraknya perbuatan 'minta-minta massal' yang dipertontonkan oleh sebagain kalangan umat Islam di jalanan dengan dalih untuk pembangunan masjid, terlebih lagi dengan sedikit memaksa. Di samping tindakan seperti itu mengganggu ketertiban umum, juga akan mengesankan bahwa Islam melegalkan perbuatan minta-minta dan mengemis. Bukankah Islam mengatakan ‘tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adalah sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab jahiliyyah setelah menunaikan ibadah haji mereka menyebut-nyebut kemegahan nenek moyang mereka. Kemudian Allah meluruskan kebiasaan tersebut. Firman-Nya, “Apabila kalian telah menuntaskan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah sebagaimana kalian menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu atau bahkan berdzikir lebih banyak dari itu…,”(2:200). Dengan demikian, attajarrud lidzikrillaah (totalitas dalam berdzikir) dalam rangkaian ibadah haji tidak lantas hilang dalam kehidupan keseharian kita. Manakala seseorang berdzikir (mengingat) Allah dalam perilaku sehari-harinya, maka dirinya akan merasa diawasi, sehingga diharapkan akan timbul rasa takut kepada Allah jika hendak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Untuk memupuk dzikrullaah ini, Rasulullaah telah memberikan panduan kepada kita, yaitu amalan dzikir beliau setiap pagi dan petang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ibadah haji merupakan napak tilas ajaran Nabi Ibrahim, Bapak Para Nabi (Abu al-Anbiyaa). Nilai terpenting dari napak tilas itu adalah pengorbanan (at-Tadhhiyyah). Dengan pengorbanan ini kita diajak untuk mengenyahkan ego kita yang cenderung kepada hawa nafsu. Pengorbanan yang disimbolkan dengan penyembelihan Nabi Ismail menunjukkan betapa Ibrahim telah berhasil mengenyahkan ego kepemilikan mutlak Ismail di tangannya. Tentu untuk sampai ke sana Ibrahim bukan tanpa godaan dan hambatan. Setan terus menggodanya sehingga Ibrahim melempar setan itu untuk tidak menggodanya lagi. Pergumulan antara setan dengan Ibrahim itu kemudian diabadikan dengan melontar jumrah. Artinya, kita dituntut untuk melemparkan ego kita yang cenderung kepada hawa nafsu, keserakahan, dan kerakusan. Kita dituntut belajar berkorban untuk orang lain, berjiwa sosial, dan berlapang dada. Nilai-nilai seperti itu kini makin terkikis pada masyarakat kita yang individualis. Padahal Rasulullah melukiskan masyarakat Muslim itu seperti satu raga, yang apabila salah satu anggota raga itu sakit maka raga yang lainnya pun ikut merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pada saat ibadah haji sekitar 3 juta Muslim dari seluruh dunia berkumpul. Mereka berasal dari berbagai negara, suku bangsa, budaya, profesi, status sosial, warna kulit dan sekat-sekat duniawi lainnya. Mereka bergerak kompak dari Mina, Arafah, Muzadlifah dan Makkah. Takbir, tahlil dan tahmid bergema dari lisan-lisan mereka. Tak ada huru-hara dan pertikaiaan. Maka wajar saja, seperti diriwayatkan Ibnu Hisyam, Rasulullah berpesan dalam haji wada'nya, "Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian satu, kalian semua berasal dari Adam, dan Adam itu dari tanah, yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian, tidaklah orang Arab atas non Arab dan tidak pula non Arab atas orang Arab, tidak pula orang berkulit merah atas orang yang berkulit putih, tidak pula orang yang berkulit putih atas orang yang berkulit merah itu ada kelebihan kecuali dengan takwa." Seolah-olah Al-Mushtafa mengisyaratkan ibadah haji ini mengajarkan akan pentingnya nilai-nilai al-Musawaah (egaliter), yang pada gilirannya akan membangun rasa persatuan dan perdamaian. Dengan berkumpulnya jutaan Muslim dalam ibadah haji ini, seharusnya menjadi modal dasar wihdatul ummah yang saat ini lenyap dari umat Islam.Saat ini ummat Islam tercabik-cabik tanpa adanya persatuan, sehingga kekuatannya tercerai berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, ibadah haji merupakan syukur atas nikmat Allah yang berlimpah. Dari nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga, setidaknya nikmat Allah itu dapat dikelompokkan kepada tiga jenis: nikmat keimanan, kekayaan dan kesehatan. Dan ibadah haji adalah wujud yang paling mewakili dari berbagai ibadah yang ada untuk mensyukuri ketiga nikmat tersebut. Pasalnya, ibadah haji adalah panggilan keimanan, yang merealisasikannya perlu perbekalan materi yang cukup ditambah fisik yang sehat. Maka tak heran ibadh haji disebut ibadah ruuhiyyah sekaligus ibadah jasadiyyah dan maaliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, ibadah haji merupakan sarana paling efektif bagaimana seorang Muslim menyaksikan berbagai manfaat, dari yang terbesar sampai ke hal-hal kecil. Di sana ada kebersamaan, pengorbanan, saling mengenal, persaudaraan, persamaan, persatuan, toleransi, penghormatan dan keragaman. Selain manfaat di atas, sudah barang tentu juga manfaat-manfaat material. Karena itu, berniaga saat berhaji bukanlah sebuah dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, ibadah haji akan menumbuhkan spirit keprajuritan (ruuhul jundiyyah). Laksana tentara yang siap siaga memenuhi panggilan sang komandan, demikian pula jamaah haji. Tatkala niat dipancangkan, tekad dibulatkan, mereka pun serantak dengan sigap menjawab seruan ilahi, ”Labbaaikallohumma labaik, labbaik laa syarikala labbaaik…" Ya Allah, aku sambut panggilan ya Allah. Ya Allah, tidak sekutu bagiMu ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, ibadah haji merupakan pestival tahunan agama Islam. Ummat Islam dari pelosok bumi datang ke Tanah Haram. Ragam budaya, adat istiadat dan warna-warni madzhab peribadatan tersuguhkan di Tanah Haram. Dengan demikian, jika kita hendak melihat miniatur Muslim seluruh dunia, maka perhatikanlah pestival haji tahunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, haji sebagai konferensi Islam internasional. Inilah konferensi tahunan dengan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah panggung kehidupan dunia. Jutaan orang berkumpul tanpa perlu diundang setiap tahunnya. Bagi Allah, cukuplah dengan undangan tertulis sekali saja. "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji…"(22:27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah butir-butir dari sebagian hikmah ibadah haji, yang kalau diamati meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Semoga saja kita semua dapat mengambil hikmah itu, untuk kemudian dijadikan pola kehidupan keseharian kita. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/sembilan-pelajaran-ibadah-haji.htm&lt;br /&gt;01/01/2007 Diunduh 20 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://bdg.centrin.net.id/~rsaleh/pics/makahmuka.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-24174917269732677?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/24174917269732677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/sembilan-pelajaran-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/24174917269732677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/24174917269732677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/sembilan-pelajaran-ibadah-haji.html' title='SEMBILAN PELAJARAN IBADAH HAJI'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-5010017928729820869</id><published>2009-03-19T16:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T22:47:10.086-07:00</updated><title type='text'>SPIRITUALITAS ZAKAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm2.static.flickr.com/1114/824650814_81a0cad5b5.jpg?v=0"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 377px; height: 500px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1114/824650814_81a0cad5b5.jpg?v=0" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa di bulan Ramadhan akan kehilangan makna substansialnya jika di penghunjung akhir puasa tidak disempurnakan dengan pembayaran zakat fitrah. Nilai ibadah puasa yang telah dikerjakan selama sebulan penuh dengan menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan segala godaan hawa nafsu tersebut menjadi muspro (sia-sia) hanya karena disebabkan tidak membayar zakat. Hal ini menempatkan posisi zakat yang cukup strategis dan signifikan di mata umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi strategis zakat terletak pada kemungkinnya untuk diberdayakan sebagai salah satu ikon dalam rangka mengangkat kondisi masyarakat atau umat Islam yang kekurangan. Sedangkan signifikansi zakat lebih didasarkan pada common platform umat Islam yang memandang dan meyakini zakat sebagai salah satu blue print pilar dari lima rukun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekatnya makna zakat sendiri adalah pembersihan dan pensucian baik terhadap diri, jiwa dan harta dari kotoran yang melekat. Hal yang menarik untuk dipertanyakan adalah mengapa Islam mewajibkan pembayaran zakat? Tidakkah zakat itu akan membebani umat Islam? Dan kenapa mesti zakat? Beberapa persoalan ini memerlukan jawaban yang cukup radikal karena menyangkut berbagai aspek fundamental zakat. Mulai dari aspek teologis, teknis implementatif, sosial, hingga aspek eskatologis. Dari sinilah arah dan tujuan zakat itu menjadi jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan Dari Berbagai Aspek &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aspek mendasar yang menjadi spirit umat Islam dalam menunaikan pembayaran zakat dapat dipilihkan antara lain: Pertama, dilihat dari aspek teologisnya zakat merupakan perintah Allah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam sebagaimana rukun-rukun Islam lainnya. Bila mengacu pada hakikat makna zakat sendiri yang dimaksudkan sebagai upaya membersihkan (tuthahiru) dan mensucikan (tuzakkiy) jiwa, diri dan harta benda, maka zakat mempunyai makna yang strategis karena zakat bukan hanya semata-mata sebagai institusi ritual individual melainkan lebih melibatkan hubungan antar manusia melalui pemberian sebagian harta kepada orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap Allah yang terangkum dalam lima rukun Islam, zakat bukan hanya sekadar terbatas pada pengakuan persaksian (syahadah) atau hanya sekadar bentuk rutinitas ritual an sich yang tercermin dalam ibadah shalat, atau bahkan hanya sekadar komitmen dalam melaksanakan ibadah tersebut seperti puasa yang sedang kita tunaikan saat ini, namun lebih dari itu harus diwujudkan dan diimplementasikan dalam bentuk yang kongkrit terhadap kondisi umat saat ini, khususnya umat yang sangat membutuhkan uluran tangan saudaranya yang dianggap mempunyai kemampuan dan kesempatan yang lebih baik. Pendeknya makna teologis zakat adalah hubungan horizontal antarmanusia yang mempunyai makna ke-Tuhan-an di mana hubungan tersebut diwujukan melalui pemberian santunan zakat kepada orang yang sangat kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dari aspek teknis implementatifnya (cara melaksanakannya) zakat telah mempunyai aturan main jelas yang telah ditetapkan oleh Al Quran. Di mana aturan secara global mengenai zakat menunjuk pada sang pemberi dan penerima zakat. Pemberi zakat adalah orang-orang yang dianggap mampu membayar atau mengeluarkan zakat sesuai dengan ketentuan QS at-Taubah ayat 103. Sedangkan penerima zakat adalah mereka yang dianggap berhak untuk menerima zakat yang diberikan oleh pemberi zakat yaitu delapan asnab (golongan) sebagaimana diatur secara rinci dalam QS at-Taubah ayat 60. Dan teknis implementatif ini dilakukan dengan cara pendistribusian atau penyaluran, yang sebaikanya dilakukan secara langsung oleh pemberi kepada yang berhak menerimanya dengan tetap mengindahkan sifat tenggang rasa, simpati, penuh perhatian dan rasa tanggungjawab, serta tetap dalam koridor kemanusiaan dan ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sedangkan dari tinjauan aspek sosialnya zakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan zakat sendiri, yaitu sebagai "ibadah sosial" yang bermakna ke-Tuhan-an, dimana zakat lebih menekankan pada aspek-aspek hubungan antarmanusia atau orang per orang dalam masyarakat. Inilah aspek sosial zakat yang mempunyai fungsi antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama umat Islam pada umumnya dan secara khusus pada si kaya dan si miskin yaitu pihak pemberi dengan penerimanya. Kepedulian ini pada akhirnya akan menumbuhkan sikap relationshif atau saling berhubungan baik dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendistribusikan dan menyalurkan secara merata terhadap harta si kaya kepada orang-orang miskin, dimana selama ini di perputaran kekayaan dan harta kekayaan hanya berkisar pada orang-orang tertentu dan peluang usaha juga dikuasai oleh segelintir orang saja, maka sudah sewajarnya dan seharusnya mereka yang berkemampuan dan berkecukupan harta untuk membantu orang yang kekurangan atau setidaknya mengurangi beban penderitaan mereka karena distribusi kekayaan yang tidak merata akan menyebabkan disharmoni dan kepincangan sosial di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin akibat kesenjangan sosial yang terjadi. Keberadaan si kaya yang tak terpisahkan dengan keberadaan kelompok miskin dapat ditengahi dan dikomunikasikan melalui pemberian zakat. Sedangkan zakat sendiri juga dapat dijadikan sebagai sarana dan medium untuk mendekatkan jarak serta hubungan antara mereka secara lebih wajar dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikat rasa kebersamaan dan kesatuan melalui silaturrahmi antar umat. Zakat yang sebaiknya diberikan secara langsung oleh si pemberi kepada si penerima zakat secara psikologis akan menciptakan komunikasi dan hubungan antar individu-individu yang pada gilirannya menjadi simpul-simpul dan tali ukhuwah yang kuat. Karena adanya perasaan saling melindungi dan memperhatikan antara satu dengan lainnya yang menjadi modal paling baik untuk menciptakan ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberdayakan potensi umat. Dengan penyantunan zakat yang diberikan oleh si kaya maka secara tidak langsung telah menjadi penyantunan dan pemberi zakat sebagai orang yang potensial untuk dijadikan sebagai bapak angkat dalam upaya meningkatkan derajat kaum miskin. Dalam rangka gagasan jangka panjang pembinaan secara baik guna melembagakan zakat sebagai upaya pemberdayaan umat untuk mengangkat harkat dan martabat kaum miskin perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius. Pelembagaan atau institusionalisasi zakat dimaksudkan untuk menggali dan mengumpulkan sumber-sumber zakat dari umat Islam untuk selanjutnya difungsikan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan umat khususnay kaum dzu'afa' yang tentunya juga dapat dikoordinasikan dengan badan-badan yang mengurusi masalah hibah, waqaf, infaq dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Melalui zakat diharapkan mampu memberikan suntikan motivasi kepada umat untuk meningkatkan potensi dan prestasinya dalam mengotimalkan ikhtiyar hidupnya. Terlebih-lebih lagi jika upaya institusionalisasi zakat terealisasi dengan baik sehingga banyak kaum miskin yang terlibatkan di dalamnya maka penciptaan-penciptaan lapangan pekerjaan dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka pemberdayaan umat ini bukan tidak mustahil akan dapat mengentaskan kemiskinan.&lt;br /&gt;Kelima, aspek eskatologis zakat akan dipertanggungjawabkan secara pribadi kepada Tuhannya dari hari kebangkitan nanti. Dimensi zakat bukan hanya merupakan bentuk kesalehan kepada Tuhannya semata melainkan juga wujud dari kesalahan sosial. Artinya titik tekan dari zakat adalah hubungan antara manusia yang dijiwai oleh semangat keilahian dan diwujudkan melalui rasa perduli terhadap sesama. Dan ini semua dipertanggungjawabkan kepada Allah sang pemberi perintah ketetapan ini. Karena dalam pandangan Islam antara kesalehan ibadah formal harus berjalan seimbang dan sinkron dengan kesalehan ibadah sosial. Aspek eskatologis zakat adalah wujud tanggungjawab pribadi (self responsibility) terhadap penciptaannya di hari perjanjian dan zakat bukan ajang pamer atau gagah-gagahan (riya').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan dan tinjauan ini merupakan gagasan ideal perintah pelaksanaan zakat. Gagasan tersebut akan mempunyai makna strategisnya bagi umat Islam jika dilandasi dengan kesadaran penuh untuk melaksanakan, menyalurkan, memberdayakan dan melembagakan zakat menjadi sebuah institusi yang cukup efektif dan terpercaya bagi umat Islam guna mengangkat harkat umat Islam yang kekurangan agar dapat hidup layak dan sejajar dengan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arah Dan Tujuan Zakat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus zakat? Sekali lagi zakat ibadah sosial yang berdimensi ke-Tuhanan. Ia mengemas satu paket hubungan antara manusia dengan manusia lainnya secara horizontal dan hubungan dengan Allah secara vertikal yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah pembersihan dan pensucian diri (tazkiyatun al-nafs) dan pensucian harta (tazkiyatul mal). Singkatnya zakat itu upaya pembersihan dan pensucian harta dan pribadi yang berdimensi sosial-ilahiyah. Ini dimaksudkan bahwa zakat bukanlah ritual abstrak sebagaimana ibadah shalat dan dzikir yang bersifat individual dan sangat private.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah dan tujuan zakat secara individual-personal berati pembersihan dan pensucian yang bermuara pada pembebasan dan pelepasan kondisi psikologis umat Islam dari kewajiban ilahiyah di satu sisi dan tuntutan moral-sosial pada sisi lainnya. Sementara secara sosial zakat menjadi bagian tak terpisahkan dari pergaulan umat sebagai akibat berlakunya hukum sosial untuk saling take and give uluran tangan satu dengan lainnya. Dalam hal ini zakat menjadi salah satu medianya. Sedangkan secara ilahiyah zakat merupakan tanggungjawab individu dalam rangka mengukur kesalehan pribadi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tujuan zakat tidak identik dengan perintah an sich tetapi berdimensi luas dan multifungsi yang pada arah selanjutnya menciptakan pemerataan dan distribusi sumber-sumber ekonomi umat guna mengangkat derajat kaum miskin, kelompok papa, para fakir, orang-orang yang kekurangan serta orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan yang pada akhirnya bermuara pada penciptaan keadilan sehingga jelaslah arah dan tujuan zakat. Akhirnya kesempurnaan puasa harus dilengkapi dengan zakat khususnya zakat fitrah guna membersihkan dan mensucikan diri dari harta dari hak-hak orang lain. Maka sucikan diri kita di hari yang fitri ini. Selamat Hari raya Idul Fitri, Minal 'aidin wal faizin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drs Agustianto, S.Ag, dosen pada Fakultas Syariah IAIN-SU&lt;br /&gt;Ibnu Mufied, S.Ag, Pemerhati Masalah Sosial Keagamaan&lt;br /&gt;Rabu, 04 Desember 2002&lt;br /&gt;http://www.pkpu.or.id/artikel.litex.php?id=2&amp;no=12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://farm2.static.flickr.com/1114/824650814_81a0cad5b5.jpg?v=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-5010017928729820869?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/5010017928729820869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/spiritualitas-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5010017928729820869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5010017928729820869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/spiritualitas-zakat.html' title='SPIRITUALITAS ZAKAT'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-1774462472246651275</id><published>2009-03-19T15:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T16:06:18.525-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH SHALAT KHUSYUK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://binadakwah.files.wordpress.com/2008/10/shalat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 322px;" src="http://binadakwah.files.wordpress.com/2008/10/shalat.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi'raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3, "Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak Rasulullah bersabda: Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani ) Dua keterangan di atas setidaknya mengadung pesan bahwa shalat seharusnya mampu membawa perbaikan kualitas hidup kita. Dengan kata lain, bila kita ingin sukses dan ingin berhasil dalam hidup ini, maka kuncinya adalah punya iman dan mampu khusyuk dalam shalat. Siapa pun di antara kita yang tidak pernah meneliti kualitas shalatnya, besar kemungkinan ia tidak akan sukses dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat yang lain, Allah bersabda, "Celakalah orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya" (QS. Al Ma'un: 4-5). Redaksi ayat tersebut bukan fi tapi an, yang menggambarkan bahayanya lalai sesudah shalat. Khusyuk ketika shalat hanya memakan waktu sekitar satu jam, sedangkan sehari 24 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tidak mungkin shalat itu hanya efektif untuk yang satu jam. Yakinlah bahwa shalat yang satu jam harus bagus dan sisanya yang 23 jam harus lebih bagus lagi. Maka orang yang shalatnya khusyuk adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik ketika shalat, dan sesudah shalat ia betul-betul produktif berbuat kebaikan terhadap umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hikmah shalat yang bisa kita dapatkan? Pertama, Allah mengingatkan kita lima kali sehari tentang waktu. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena ia yakin bahwa waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Pelajaran kedua dari shalat adalah kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Dalam QS. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya". Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari dhahir, rumah harus bersih. Bersih dari sampah, dari kotoran, dan bersih dari barang-barang milik orang lain. Sikap pun harus bersih. Mata, telinga, dan juga lisan harus bersih dari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Dan yang terpenting pikiran dan hati kita harus bersih. Bersihnya hati akan memunculkan kepekaan terhadap setiap titik dosa, dan inilah awal dari kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebelum memulai shalat kita harus memasang niat. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuh ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat. Seorang yang shalatnya khusyu akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Ia yakin bahwa Allah hanya akan menerima amal yang ikhlas. Apa ciri orang ikhlas? Ia jarang kecewa dalam hidupnya. Dipuji dicaci, kaya miskin, dilihat tidak dilihat, tidak akan berpengaruh pada dirinya, karena semua yang dilakukannya mutlak untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah niat, shalat memiliki rukun yang tertib dan urutannya. Jadi, hikmah keempat dari orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah cinta keteraturan. Ketidakteraturan hanya akan menjadi masalah. Shalat mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan hanya milik orang yang mau teratur dalam hidupnya. Orang yang shalatnya khusyuk dapat dilihat bagaimana ia bisa tertib, teratur, dan &lt;br /&gt;prosedural dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, hikmah dari manajemen shalat yang khusyuk adalah tuma'ninah. Tuma'ninah mengandung arti tenang, konsentrasi, dan hadir dengan apa yang dilakukan. Shalat melatih kita memiliki ritme hidup yang indah, di mana setiap episode dinikmati dengan baik. Hak istirahat dipenuhi, hak keluarga, hak pikiran dipenuhi dengan sebaiknya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk proporsional dalam beragama, karena itu salah satu tanda kefakihan seseorang. Bila ini bisa kita lakukan dengan baik insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan yang paripurna., yaitu sukses di kantor, sukses di keluarga, dan sukses di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, shalat memiliki gerakan yang dinamis. Sujud adalah gerakan paling mengesankan dari dinamisasi shalat. Orang menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan, tapi ketika sujud kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang sama derajatnya ketika shalat. Ini mengandung hikmah bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kesuksesan seorang yang shalat dapat dilihat dari kesantunan, keramahan, dan kerendahan hatinya. Apa cirinya? Ia tidak melihat orang lain lebih rendah daripada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah terakhir dari shalat yang khusyuk adalah salam. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tujuh hikmah yang bisa kita ambil dari manajemen shalat khusyuk. Bila kita mampu mengaplikasikannya, insya Allah kesuksesan dunia dan akhirat ada dalam genggaman kita. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Gymnastiar, 29 September 2003&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/berita/23827/Hikmah_Shalat_Khusyuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar :&lt;br /&gt;http://binadakwah.files.wordpress.com/2008/10/shalat.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-1774462472246651275?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/1774462472246651275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/hikmah-shalat-khusyuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/1774462472246651275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/1774462472246651275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/hikmah-shalat-khusyuk.html' title='HIKMAH SHALAT KHUSYUK'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-318257972056657834.post-5506535164796501197</id><published>2009-03-19T15:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T16:08:09.578-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SYAHADATAIN, RUKUN, SYARAT, KONSEKUENSI, DAN YANG MEMBATALKANNYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScLQTTchDkI/AAAAAAAAAC4/kDSZPOe6wNE/s1600-h/aa-studyislam002"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScLQTTchDkI/AAAAAAAAAC4/kDSZPOe6wNE/s400/aa-studyislam002" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315039540306579010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTAMA: MAKNA SYAHADATAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[A]. Makna Syahadat "Laa ilaaha illallah"&lt;br /&gt;Yaitu beri'tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, menta'ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, "Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah". Khabar "Laa " harus ditaqdirkan "bi haqqi" (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan "maujud " (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat "Laa ilaaha illallah" telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. "Laa ilaaha illallah" artinya:&lt;br /&gt;"Tidak ada sesembahan kecuali Allah", Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. "Laa ilaaha illallah" artinya:&lt;br /&gt;"Tidak ada pencipta selain Allah" . Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. "Laa ilaaha illallah" artinya:&lt;br /&gt;"Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah". Ini juga sebagian dari makna kalimat " ". Tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami peringatkan di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti), tidak ada sesembahan yang hak selain Allah) seperti tersebut di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[B]. Makna Syahadat "Anna Muhammadan Rasulullah" &lt;br /&gt;Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: menta'ati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah &lt;br /&gt;Allah kecuali dengan apa yang disyari'atkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEDUA: RUKUN SYAHADATAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[A]. Rukun "Laa ilaaha illallah" &lt;br /&gt;Laa ilaaha illallah mempunyai dua rukun: &lt;br /&gt;An-Nafyu atau peniadaan: "Laa ilaha" membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Itsbat (penetapan): "illallah" menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur'an, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat ..." [Al-Baqarah: 256]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah, "siapa yang ingkar kepada thaghut" itu adalah makna dari "Laa ilaha" rukun yang pertama. Sedangkan firman Allah, "dan beriman kepada Allah" adalah makna dari rukun kedua, "illallah". Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Ibrahim alaihis salam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku ...". [Az-Zukhruf: 26-27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala , "Sesungguhnya aku berlepas diri" ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, "Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku", adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[B]. Rukun Syahadat "Muhammad Rasulullah" &lt;br /&gt;Syahadat ini juga mempunyai dua rukun, yaitu kalimat "'abduhu wa rasuluh " hamba dan utusanNya). Dua rukun ini menafikan ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan) pada hak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau adalah hamba dan rasulNya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini, di sini artinya hamba yang menyembah. Maksudnya, beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Katakanlah: 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, ...'." [Al-Kahfi : 110]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya memberikan hak ubudiyah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, dan karenanya Allah Subhanahu wa Ta'ala memujinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya." [Az-Zumar: 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an) ..."[Al-Kahfi: 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ..." [Al-Isra': 1] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rasul artinya, orang yang diutus kepada seluruh manusia dengan misi dakwah kepada Allah sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaksian untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan dua sifat ini meniadakan ifrath dan tafrith pada hak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena banyak orang yang mengaku umatnya lalu melebihkan haknya atau mengkultuskannya hingga mengangkatnya di atas martabat sebagai hamba hingga kepada martabat ibadah (penyembahan) untuknya selain dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka ber-istighatsah (minta pertolongan) kepada beliau, dari selain Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga meminta kepada beliau apa yang tidak sanggup melakukannya selain Allah, seperti memenuhi hajat dan menghilangkan kesulitan. Tetapi di pihak lain sebagian orang mengingkari kerasulannya atau mengurangi haknya, sehingga ia bergantung kepada pendapat-pendapat yang menyalahi ajarannya, serta memaksakan diri dalam mena'wilkan hadits-hadits dan hukum-hukumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KETIGA: SYARAT-SYARAT SYAHADATAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[A]. Syarat-syarat "Laa ilaha illallah" &lt;br /&gt;Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya. Secara global tujuh syarat itu adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 'Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan). &lt;br /&gt;2. Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan). &lt;br /&gt;3. Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan). &lt;br /&gt;4. Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan). &lt;br /&gt;5. Ikhlash, yang menafikan syirik. &lt;br /&gt;6. Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta). &lt;br /&gt;7. Mahabbah (kecintaan), yang menafikan baghdha' (kebencian). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Pertama: 'Ilmu (Mengetahui). &lt;br /&gt;Artinya memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya :... Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). [Az-Zukhruf : 86]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya. Seandainya ia mengucapkannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kedua: Yaqin (yakin). &lt;br /&gt;Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan sya-hadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..." [Al-Hujurat : 15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Siapa yang engkau temui di balik tembok (kebon) ini, yang menyaksikan bahwa tiada ilah selain Allah dengan hati yang meyakininya, maka berilah kabar gembira dengan (balasan) Surga." [HR. Al-Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Ketiga: Qabul (menerima). &lt;br /&gt;Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyem-bah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan menta'ati, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" [Ash-Shafat: 35-36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti halnya penyembah kuburan dewasa ini. Mereka mengikrarkan laa ilaaha illallah, tetapi tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap kuburan. Dengan demikian berarti mereka belum me-nerima makna laa ilaaha illallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Keempat: Inqiyaad (Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat). &lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh." [Luqman : 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-'Urwatul-wutsqa adalah laa ilaaha illallah. Dan makna yuslim wajhahu adalah yanqadu (patuh, pasrah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Kelima: Shidq (jujur). &lt;br /&gt;Yaitu mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkan-nya. Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepa-da Allah dan Hari kemudian', padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." [Al-Baqarah: 8-10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Keenam: Ikhlas. &lt;br /&gt;Yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirik, dengan jalan tidak mengucapkannya karena mengingkari isi dunia, riya' atau sum'ah. Dalam hadits 'Itban, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah mengharamkan atas Neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illalah karena menginginkan ridha Allah." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Ketujuh: Mahabbah (Kecintaan). &lt;br /&gt;Maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya, juga mencintai &lt;br /&gt;orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." [Al-Baqarah: 165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ahli tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan ahli syirik mencintai Allah dan mencintai yang lainnya. Hal ini sangat bertentangan dengan isi kandungan laa ilaaha illallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[B]. Syarat Syahadat "Anna Muhammadan Rasulullah" &lt;br /&gt;1. Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati. &lt;br /&gt;2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan. &lt;br /&gt;3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya. &lt;br /&gt;4. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang gha-ib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang. &lt;br /&gt;5. Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;6. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEEMPAT: KONSKUENSI SYAHADATAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[A]. Konsekuensi "Laa ilaha illallah" &lt;br /&gt;Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala ma-cam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah . Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa para makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para thaghut lainnya. &lt;br /&gt;Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid'ah. Mereka menolak para da'i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[B]. Konsekuensi Syahadat "Muhammad Rasulullah" &lt;br /&gt;Yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid'ah dan muhdatsat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KELIMA: YANG MEMBATALKAN SYAHADATAIN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hal-hal yang membatalkan Islam, karena dua kalimat syahadat itulah yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Mengucap-kan keduanya adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalkan konsekuensinya berupa segala macam syi'ar-syi'ar Islam. Jika ia menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membatalkan Islam itu banyak sekali. Para fuqaha' dalam kitab-kitab fiqih telah menulis bab khusus yang diberi judul "Bab Riddah (kemurtadan)". Dan yang terpenting adalah sepuluh hal, yaitu: Syirik dalam beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." [An-Nisa': 48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ... Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun." [Al-Ma'idah: 72]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya yaitu menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburan yang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara. Ia berdo'a kepada mereka, meminta syafa'at kepada mereka dan bertawakkal kepada mereka. Orang seperti ini kafir secara ijma'. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau mem-benarkan madzhab mereka, dia itu kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau hukum yang lain lebih baik dari hukum beliau. Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum para thaghut di atas hukum Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , mengutamakan hukum atau perundang-undangan manusia di atas hukum Islam, maka dia kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sekali pun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Katakanlah: 'Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman." [At-Taubah: 65-66]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir, di antaranya sharf dan 'athf (barangkali yang dimaksud adalah amalan yang bisa membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhainya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ... sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada se-orangpun sebelum mengatakan: 'Sesungguhnya kami hanya co-baan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'."[Al-Baqarah: 102]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." [Al-Ma'idah: 51]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari'at Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , seperti halnya Nabi Hidhir boleh keluar dari syariat Nabi Musa alaihis salam, maka ia kafir. Sebagaimana yang diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan/ melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajat atau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." [As-Sajadah: 22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad At-Tamimy berkata: "Tidak ada bedanya dalam hal yang membatalkan syahadat ini antara orang yang bercanda, yang serius (bersungguh-sungguh) maupun yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Dan semuanya adalah bahaya yang paling besar serta yang paling sering terjadi. Maka setiap muslim wajib berhati-hati dan mengkhawatirkan dirinya serta mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang pedih." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/2101/slash/1,2&lt;br /&gt;20 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Gambar: http://lh3.ggpht.com/_wUNxt92Phwo/SPClDtNAeBI/AAAAAAAAAWA/P8vxmo2WBdg/s800/syahadat3.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/318257972056657834-5506535164796501197?l=studyislamreligion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/feeds/5506535164796501197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/makna-syahadatain-rukun-syarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5506535164796501197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/318257972056657834/posts/default/5506535164796501197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studyislamreligion.blogspot.com/2009/03/makna-syahadatain-rukun-syarat.html' title='MAKNA SYAHADATAIN, RUKUN, SYARAT, KONSEKUENSI, DAN YANG MEMBATALKANNYA'/><author><name>Akang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09830088568100837770</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_frNHrLTkphc/ScLQTTchDkI/AAAAAAAAAC4/kDSZPOe6wNE/s72-c/aa-studyislam002' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
